perempuan menjabat politik

Kepemimpinan Perempuan Dalam Sistem Pemerintahan Indonesia

Kepemimpinan perempuan agaknya mulai bangkit dari tidur panjangnya semenjak terakhir kali publik terkejut dengan terpilihnya Megawati sebagai Presiden Republik Indonesia. Sidang Paripurna yang belum lama ini terselenggara menunjuk Puan Maharani sebagai Ketua DPR dari 2019 dan berakhir pada 2024 nanti.

Beliau berasal dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan atau PDIP dan terlaporkan masih aktif mengurusi partai hingga sekarang menjadi ketua DPR. Memiliki nama lengkap Puan Maharani Nakshatra Kusyala, ia adalah sosok wanita pertama kalinya sepanjang sejarah memimpin legislatif dalam 74 tahun terakhir.

Memasuki zaman persaingan global yang ketat sisi kompetitifnya, pandangan masyarakat umum telah bergeser ketika membahas soal wanita dan pemerintahan. Sekarang ini perempuan mulai dianggap sebagai kelompok berkompeten setara dengan kemampuan pria dalam menjalani roda pemerintahan di Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Kepemimpinan Perempuan Dalam Sistem Pemerintahan Indonesia

Peran perempuan semakin diperhitungkan khususnya mengenai rencana pembangunan taraf nasional sembari mengurus rumah tangga masing – masing di kediaman tempat tinggalnya. Masa depan cerah seperti demikian tidak akan pernah terwujud seandainya zaman dulu kala Ibu Kartini tidak memperjuangkannya mati – matian.

Sedari Indonesia belum merdeka, wanita seringkali mendapat cap sebagai pengurus rumah tangga saja tanpa boleh berkarier di bidang profesional. Keadaan telah jauh berubah 180 derajat manakala pada tahun 2020 perempuan pun memungkinkan untuk menggapai kesuksesan di berbagai bidang.

Kepemimpinan Perempuan Berkontribusi Membangun Stabilitas Pemerintahan

Setelah mengakui kesetaraan hak dan memberikan kesempatan kepada kaumnya, kita dapat melihat bahwa kepemimpinan perempuan cukup mengesankan dan menakjubkan. Apabila dalam susunan rumah tangga ia terbiasa dipimpin oleh kepala keluarga yang notabenenya pria, maka beda ceritanya setelah keluar pintu rumah.

Sebelum membahas lebih lanjut, kita perlu memahami bahwa arti dari kata pemimpin serta kepemimpinan merupakan dua topik yang beda total. Hanya saja, kehadiran mereka saling melengkapi persis dua sisi mata uang yang tak mungkin terpisahkan kalau masih ingin punya nilai.

Pemimpin memiliki makna merujuk sebuah peran dalam sebuah organisasi baik itu lingkup kecil seperti keluarga maupun ranah besar seperti pada perusahaan. Seseorang yang memenuhi kualifikasi menurut organisasi tersebut akan memiliki peluang besar untuk terpilih sebagai pemimpin pada periode berikutnya.

perempuan punya naluri alami dalam kepemimpinan

Seorang pemimpin baiknya berkarakter matang baik secara emosi maupun pola pikir sehingga bisa kompak berkoordinasi dengan bawahannya mencapai tujuan bersama. Ia juga wajib memiliki kesehatan mental, rohani, kalau perlu beserta spiritual dan jasmani sekalian supaya jadi paket lengkap.

Sesuai namanya, leader terbaik mampu menciptakan suasana kondusif dalam aktifitas harian organisasi serta berhasil mendelegasikan tugasnya kepada para bawahan. Ia juga mesti menyatukan pemikiran seluruh anggota supaya visi dan misi organisasi bisa tercapai seakurat mungkin selama ia menjabat dan memerintah. Kita pun bisa lihat sepak terjang mereka dalam dunia nyata, contohnya seperti para pemimpin wanita yang menginspirasi dunia.

Masyarakat Mulai Mengakui Kepiawaian Wanita Sebagai Pemimpin

Setelah mengetahui tugas dari seorang pemimpin, kita akan kembali pada topik mengenai performa kepemimpinan perempuan dalam berorganisasi swasta maupun BUMN. Kepemimpinan merupakan kemampuan seseorang dalam mengajak orang lain untuk menuruti apa yang ia perintahkan dan ia kehendaki secara patuh.

Hal itu berarti, untuk punya kepemimpinan yang cakap maka orang tersebut tidak perlu menjadi pemimpin terlebih dahulu karena bersifat universal. Dengan kata lain, bisa saja ada karyawan biasa atau pegawai negeri sipil kelas bawah yang punya sisi kepemimpinan cemerlang.

Entah mengapa setiap kali membahas tentang sosok pemimpin maupun sifat kepemimpinan, masyarakat awam akan langsung tertuju kepada kaum pria. Apabila kalian ingat semasa kecil kalian menuruti semua perintah dari ibu misalnya membantu belanja sembako, itu pun merupakan bentuk sederhana kepemimpinan.

kaum perempuan naik tahta di pemerintahan

Perempuan biasanya memiliki naluri maupun insting alami untuk membujuk seseorang menuruti perkataannya dengan gaya halus dan  persuasif, terkadang intimidatif. Dengan kata lain, kaum perempuan punya potensi besar menjadi seorang pemimpin yang sukses apabila ia diberikan kesempatan untuk menduduki kursi tersebut.

Lagipula, sebagai negara berdaulat maka Republik Indonesia sudah sewajarnya menjamin kesetaraan hak bagi semua masyarakat dalam berpolitik. Artinya, mulai sekarang kita harus belajar meninggalkan budaya usang mengenai penolakan gender sepihak terhadap perempuan yang ingin mengabdi kepada negara.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *